عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ
امْرَأَةً يَهُودِيَّةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ بِشَاةٍ مَسْمُومَةٍ فَأَكَلَ مِنْهَا فَجِيءَ بِهَا إِلَى
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهَا عَنْ
ذَلِكَ فَقَالَتْ أَرَدْتُ لِأَقْتُلَكَ فَقَالَ مَا كَانَ اللَّهُ
لِيُسَلِّطَكِ عَلَى ذَلِكَ أَوْ قَالَ عَلَيَّ فَقَالُوا أَلَا
نَقْتُلُهَا قَالَ لَا فَمَا زِلْتُ أَعْرِفُهَا فِي لَهَوَاتِ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
4508.
Dari Anas bin Malik, bahwa seorang perempuan Yahudi pernah
menghidangkan kepada Rasulullah SAW seekor kambing yang telah diracuni,
kemudian beliau memakan sedikit darinya. Perempuan itu pun didatangkan
kepada beliau dan beliau bertanya kepadanya tentang perkara tersebut.
Maka perempuan itu menjawab, "Aku ingin membunuhmu." Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan perbuatanmu yang demikian itu (atau beliau berkata, menimpakannya atas diriku.).' Para sahabat bertanya, 'Bukankah seharusnya kita membunuhnya.' Beliau menjawab, 'Tidak.' Anas berkata, "Aku masih mengetahui (pengaruh racun itu) di sela-sela tenggorokan Rasulullah SAW." Shahih: Bukhari (2617), Muslim (7/14 - 15)
عَنْ
أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَهْدَتْ لَهُ يَهُودِيَّةٌ بِخَيْبَرَ شَاةً مَصْلِيَّةً نَحْوَ حَدِيثِ
جَابِرٍ قَالَ فَمَاتَ بِشْرُ بْنُ الْبَرَاءِ بْنِ مَعْرُورٍ
الْأَنْصَارِيُّ فَأَرْسَلَ إِلَى الْيَهُودِيَّةِ مَا حَمَلَكِ عَلَى
الَّذِي صَنَعْتِ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ جَابِرٍ فَأَمَرَ بِهَا رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُتِلَتْ وَلَمْ يَذْكُرْ
أَمْرَ الْحِجَامَةِ
4511.
Dari Abu Salamah, bahwasanya pernah dihadiahkan kepada Rasulullah SAW
seekor kambing panggang (guling) oleh seorang perempuan Yahudi di
Khaibar... —seperti hadits Jabir ditambahkan dengan redaksi:— Maka Bisyr
bin Al Barra' bin Ma'rur Al Anshari meninggal dunia karenanya. Kemudian
diutuslah seseorang kepada perempuan Yahudi itu untuk menanyakannya,
apa yang mendorongmu untuk melakukan perbuatanmu itu? Kemudian
disebutkan seperti dalam hadits Jabir. Rasulullah SAW lalu memerintahkan
untuk menangkap perempuan Yahudi itu dan ia pun dibunuh. Hadits ini
tidak menyebutkan tentang perkara berbekam." Hasan Shahih
عَنْ
أَبِي سَلَمَةَ وَلَمْ يَذْكُرْ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَلَا
يَأْكُلُ الصَّدَقَةَ زَادَ فَأَهْدَتْ لَهُ يَهُودِيَّةٌ بِخَيْبَرَ شَاةً
مَصْلِيَّةً سَمَّتْهَا فَأَكَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مِنْهَا وَأَكَلَ الْقَوْمُ فَقَالَ ارْفَعُوا أَيْدِيَكُمْ
فَإِنَّهَا أَخْبَرَتْنِي أَنَّهَا مَسْمُومَةٌ فَمَاتَ بِشْرُ بْنُ
الْبَرَاءِ بْنِ مَعْرُورٍ الْأَنْصَارِيُّ فَأَرْسَلَ إِلَى
الْيَهُودِيَّةِ مَا حَمَلَكِ عَلَى الَّذِي صَنَعْتِ قَالَتْ إِنْ كُنْتَ
نَبِيًّا لَمْ يَضُرَّكَ الَّذِي صَنَعْتُ وَإِنْ كُنْتَ مَلِكًا أَرَحْتُ
النَّاسَ مِنْكَ فَأَمَرَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَقُتِلَتْ ثُمَّ قَالَ فِي وَجَعِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ
مَازِلْتُ أَجِدُ مِنْ الْأَكْلَةِ الَّتِي أَكَلْتُ بِخَيْبَرَ فَهَذَا
أَوَانُ قَطَعَتْ أَبْهَرِي
4512. Dari Abu Salamah —tanpa menyebutkan Abu Hurairah RA— dia berkata,
"Rasulullah SAW hanya menerima hadiah dan tidak menerima sedekah." Dia
menambahkan matannya, "Maka seorang Yahudi di Khaibar menghadiahkan
kepada beliau seekor kambing panggang (guling) yang telah diberi racun,
kemudian Rasulullah SAW memakan sebagiannya dan para sahabat juga
memakannya, namun kemudian beliau berkata, 'Angkatlah tangan kalian
(berhenti makan), sesungguhnya kambing ini memberitahuku bahwa ia telah
diracun.' Kemudian Bisyr bin Barra' bin Ma'rur Al Anshari pun meninggal
dunia, lalu diutus kepada perempuan Yahudi itu untuk menyampaikan pesan
Rasulullah, 'Apa yang mendorongmu melakukan perbuatan itu ?' Perempuan
Yahudi itu menjawab, 'Jika engkau seorang Nabi niscaya engkau tidak akan
celaka dengan apa yang aku perbuat, jika engkau hanya seorang Raja maka
aku telah membebaskan semua manusia darimu.' Kemudian Rasulullah SAW
memerintahkan untuk menangkap perempuan Yahudi itu dan membunuhnya. Lalu
beliau berkata pada saat sakit yang menyebabkan kematian beliau,
'Sungguh aku masih merasakan makanan yang telah aku makan ketika di
Khaibar dan ini adalah saat-saat terputusnya punggungku (kematianku)'." Hasan Shahih
عَنْ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ
أُمَّ مُبَشِّرٍ قَالَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ مَا يُتَّهَمُ بِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
فَإِنِّي لَا أَتَّهِمُ بِابْنِي شَيْئًا إِلَّا الشَّاةَ الْمَسْمُومَةَ
الَّتِي أَكَلَ مَعَكَ بِخَيْبَرَ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا لَا أَتَّهِمُ بِنَفْسِي إِلَّا ذَلِكَ فَهَذَا
أَوَانُ قَطَعَتْ أَبْهَرِي
4513. Dari Ka'ab bin Malik bahwa Ummu Mubasysyir berkata kepada Nabi SAW ketika beliau sakit yang menyebabkan wafatnya,
"Apakah yang engkau keluhkan wahai Rasulullah? Sesungguhnya aku tidak
pernah mengeluhkan anak-anakku sedikit pun, melainkan daging kambing
yang telah diracun yang aku makan bersamamu di Khaibar." Nabi SAW
berkata, "Aku juga tidak mengeluhkan apa-apa pada diriku kecuali hal
itu, dan inilah saat-saat terputusnya punggungku (kematianku)." Shahih Sanad
عَنْ
أُمِّ مُبَشِّرٍ دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ مَخْلَدِ بْنِ خَالِدٍ نَحْوَ حَدِيثِ
جَابِرٍ قَالَ فَمَاتَ بِشْرُ بْنُ الْبَرَاءِ بْنِ مَعْرُورٍ فَأَرْسَلَ
إِلَى الْيَهُودِيَّةِ فَقَالَ مَا حَمَلَكِ عَلَى الَّذِي صَنَعْتِ
فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ جَابِرٍ فَأَمَرَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُتِلَتْ وَلَمْ يَذْكُرْ الْحِجَامَةَ
4514. Dari Ummu Mubasysyir,
"Aku masuk menjumpai Nabi SAW... (Kemudian menyebutkan seperti hadits
Jabir) Ia berkata, 'Maka Bisyr bin Al Barra bin Ma'rur meninggal dunia,
kemudian diutuslah seseorang kepada perempuan Yahudi itu dan berkata,
"Apa yang mendorongmu untuk melakukan perbuatan itu?' (Kemudian
menyebutkan hadits seperti riwayat Jabir) Maka Rasulullah SAW
memerintahkan untuk menangkapnya dan perempuan Yahudi itu pun dibunuh. Sanadnya Shahih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar