عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَصَابِعُ سَوَاءٌ عَشْرٌ عَشْرٌ مِنْ الْإِبِلِ
4556. Dari Abu Musa, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jemari tangan semua sama diyatnya yaitu, sepuluh sepuluh unta. " Shahih: An-Nasa'i (4843 - 4846)
عَنْ الْأَشْعَرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَصَابِعُ سَوَاءٌ قُلْتُ عَشْرٌ عَشْرٌ قَالَ نَعَمْ
4557. Dari Al Asy'ari, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jemari tangan sama diyatnya." Aku berkata, "Sepuluh sepuluh?" Beliau bersabda, "Ya." Shahih: lihat hadits sebelumnya.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ وَهَذِهِ سَوَاءٌ يَعْنِي الْإِبْهَامَ وَالْخِنْصَرَ
4558. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Ini dan ini sama diyatnya.' Maksudnya, "Jari jempol dan jari kelingking." Shahih: Ibnu Majah (2652); Al Bukhari.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَصَابِعُ
سَوَاءٌ وَالْأَسْنَانُ سَوَاءٌ الثَّنِيَّةُ وَالضِّرْسُ سَوَاءٌ هَذِهِ
وَهَذِهِ سَوَاءٌ
4559. Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Semua jemari tangan sama, semua gigi sama, gigi seri dan gigi geraham sama serta ini dan ini sama diyatnya. " Shahih: Ibnu Majah (2650)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَسْنَانُ سَوَاءٌ وَالْأَصَابِعُ سَوَاءٌ
4560. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Semua gigi sama dan semua jari jemari sama diyatnya'. " Shahih: lihat hadits sebelumnya.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَابِعَ الْيَدَيْنِ وَالرِّجْلَيْنِ سَوَاءً
4561. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Rasulullah SAW menjadikan diyat jari jemari tangan dan kaki sama diyatnya.'' Shahih: At-Tirmidzi (1423)
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي خُطْبَتِهِ
وَهُوَ مُسْنِدٌ ظَهْرَهُ إِلَى الْكَعْبَةِ فِي الْأَصَابِعِ عَشْرٌ
عَشْرٌ
4562. Dari Abdullah bin Amr bahwa Nabi SAW di dalam khutbahnya berkata —sambil menyandarkan punggungnya di Ka'bah—, 'Jemari tangan diyatnya adalah sepuluh sepuluh'." Hasan Shahih: Ibnu Majah (2653)
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْأَسْنَانِ خَمْسٌ خَمْسٌ
4563. Dari Abdullah bin 'Amr, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Semua gigi diyatnya lima lima" Hasan Shahih: Al Irwa' (2271)
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَوِّمُ دِيَةَ
الْخَطَإِ عَلَى أَهْلِ الْقُرَى أَرْبَعَ مِائَةِ دِينَارٍ أَوْ عَدْلَهَا
مِنْ الْوَرِقِ وَيُقَوِّمُهَا عَلَى أَثْمَانِ الْإِبِلِ فَإِذَا غَلَتْ
رَفَعَ فِي قِيمَتِهَا وَإِذَا هَاجَتْ رُخْصًا نَقَصَ مِنْ قِيمَتِهَا
وَبَلَغَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مَا بَيْنَ أَرْبَعِ مِائَةِ دِينَارٍ إِلَى ثَمَانِ مِائَةِ
دِينَارٍ وَعَدْلُهَا مِنْ الْوَرِقِ ثَمَانِيَةُ آلَافِ دِرْهَمٍ وَقَضَى
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَهْلِ الْبَقَرِ
مِائَتَيْ بَقَرَةٍ وَمَنْ كَانَ دِيَةُ عَقْلِهِ فِي الشَّاءِ فَأَلْفَيْ
شَاةٍ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِنَّ الْعَقْلَ مِيرَاثٌ بَيْنَ وَرَثَةِ الْقَتِيلِ عَلَى قَرَابَتِهِمْ
فَمَا فَضَلَ فَلِلْعَصَبَةِ قَالَ وَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأَنْفِ إِذَا جُدِعَ الدِّيَةَ كَامِلَةً
وَإِذَا جُدِعَتْ ثَنْدُوَتُهُ فَنِصْفُ الْعَقْلِ خَمْسُونَ مِنْ
الْإِبِلِ أَوْ عَدْلُهَا مِنْ الذَّهَبِ أَوْ الْوَرِقِ أَوْ مِائَةُ
بَقَرَةٍ أَوْ أَلْفُ شَاةٍ وَفِي الْيَدِ إِذَا قُطِعَتْ نِصْفُ الْعَقْلِ
وَفِي الرِّجْلِ نِصْفُ الْعَقْلِ وَفِي الْمَأْمُومَةِ ثُلُثُ الْعَقْلِ
ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ مِنْ الْإِبِلِ وَثُلُثٌ أَوْ قِيمَتُهَا مِنْ
الذَّهَبِ أَوْ الْوَرِقِ أَوْ الْبَقَرِ أَوْ الشَّاءِ وَالْجَائِفَةُ
مِثْلُ ذَلِكَ وَفِي الْأَصَابِعِ فِي كُلِّ أُصْبُعٍ عَشْرٌ مِنْ
الْإِبِلِ وَفِي الْأَسْنَانِ فِي كُلِّ سِنٍّ خَمْسٌ مِنْ الْإِبِلِ
وَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ عَقْلَ
الْمَرْأَةِ بَيْنَ عَصَبَتِهَا مَنْ كَانُوا لَا يَرِثُونَ مِنْهَا
شَيْئًا إِلَّا مَا فَضَلَ عَنْ وَرَثَتِهَا وَإِنْ قُتِلَتْ فَعَقْلُهَا
بَيْنَ وَرَثَتِهَا وَهُمْ يَقْتُلُونَ قَاتِلَهُمْ وَقَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ لِلْقَاتِلِ شَيْءٌ
وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَارِثٌ فَوَارِثُهُ أَقْرَبُ النَّاسِ إِلَيْهِ
وَلَا يَرِثُ الْقَاتِلُ شَيْئًا
4564. Dari Abdullah bin Amr, ia berkata, "Rasulullah SAW menetapkan diyat pembunuhan
dengan tidak sengaja di perkampungan adalah empat ratus dinar atau yang
setara dengan mata uang dan menetapkan sesuai dengan harga unta. Jika
harga unta naik maka beliau menaikkan harganya, jika turun maka
memberikan keringanan serta mengurangi harganya. Diyat pada masa Nabi
SAW mencapai atara empat ratus dinar sampai delapan ratus dinar, adapun
timbangannya dengan mata uang adalah delapan ribu dirham. Rasulullah SAW
telah menetapkan hukum bagi pemilik sapi yaitu dua ratus sapi dan orang
yang membayar diyatnya dengan domba maka jumlahnya adalah dua ribu
domba." Perawi berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya diyat
adalah harta warisan untuk keluarga yang dibunuh untuk dibagikan kepada
kerabatnya dan jika lebih, maka itu bagian untuk para ashabah (keluarga
dari pihak bapak)'. "
Perawi berkata, "Rasulullah SAW telah menetapkan hukum diyat pada
hidung jika dipotong maka diyatnya penuh (sempurna) dan jika terpotong
hanya ujungnya maka setengah diyat yaitu lima puluh unta atau yang
setara dengan emas atau mata uang, atau seratus sapi, atau seribu domba.
Adapun tangan jika terputus maka diyatnya setengah dan begitu pula kaki
yaitu setengah diyat. Sedangkan wajah (muka depan) adalah sepertiga
diyat, yaitu tiga puluh tiga unta dan sepertiga atau yang senilai
sepertiga emas, atau mata uang, atau sapi, atau domba dan begitu juga
rongga dada. Sementara jemari tangan yaitu, setiap jari diyatnya sepuluh
unta dan diyat tiap-tiap gigi yaitu lima unta.
Rasulullah
SAW telah menetapkan bahwa diyat seorang perempuan adalah di antara
para ashabahnya, yaitu mereka yang tidak mewariskan sesuatu darinya
kecuali yang tersisa dari ahli warisnya. Jika ia dibunuh maka diyatnya
untuk ahli warisnya, atau mereka membunuh pembunuhnya dan Rasulullah SAW
bersabda, "Pembunuh tidak mendapatkan apa-apa dan jika ia tidak
memiliki ahli waris maka warisannya itu jatuh kepada orang yang paling
dekat dengannya dan seorang pembunuh tidak mendapatkan bagian warisan
sedikitpun." Hasan: Al Irwa (6/117 - 118)
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَقْلُ شِبْهِ
الْعَمْدِ مُغَلَّظٌ مِثْلُ عَقْلِ الْعَمْدِ وَلَا يُقْتَلُ صَاحِبُهُ قَالَ
وَزَادَنَا خَلِيلٌ عَنْ ابْنِ رَاشِدٍ وَذَلِكَ أَنْ يَنْزُوَ
الشَّيْطَانُ بَيْنَ النَّاسِ فَتَكُونُ دِمَاءٌ فِي عِمِّيَّا فِي غَيْرِ
ضَغِينَةٍ وَلَا حَمْلِ سِلَاحٍ
4565. Dari Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash bahwa Nabi SAW telah bersabda, "Diyat
pembunuhan yang mirip dengan disengaja karena perkelahian yaitu seperti
diyat pembunuhan yang disengaja, pembunuhnya tidak dibunuh, hal itu
karena syetan merasuki manusia sehingga pembunuhan terjadi secara
membabi buta yang bukan karena dengki dan bukan perkelahian dengan
membawa senjata. " Hasan: lihat hadits sebelumnya.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْمَوَاضِحِ خَمْسٌ
4566. Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Diyat gigi yang nampak ketika tertawa adalah lima unta." Hasan Shahih: Ibnu Majah (2655)
عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَيْنِ الْقَائِمَةِ السَّادَّةِ لِمَكَانِهَا بِثُلُثِ الدِّيَةِ
4567.
Dari Abdullah bin 'Amr, ia berkata, "Rasulullah SAW telah menetapkan
hukum diyat mata yang tampak di tempatnya yaitu sepertiga diyat." Hasan: An-An-Nasa'i (4840)