عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَسَرَتْ
الرُّبَيِّعُ أُخْتُ أَنَسِ بْنِ النَّضْرِ ثَنِيَّةَ امْرَأَةٍ فَأَتَوْا
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَضَى بِكِتَابِ اللَّهِ
الْقِصَاصَ فَقَالَ أَنَسُ بْنُ النَّضْرِ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ
لَا تُكْسَرُ ثَنِيَّتُهَا الْيَوْمَ قَالَ يَا أَنَسُ كِتَابُ اللَّهِ
الْقِصَاصُ فَرَضُوا بِأَرْشٍ أَخَذُوهُ فَعَجِبَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ مَنْ لَوْ
أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ
قَالَ أَبُو دَاوُد سَمِعْتُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ قِيلَ لَهُ كَيْفَ يُقْتَصُّ مِنْ السِّنِّ قَالَ تُبْرَدُ
4595.
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Ar-Rabi' (saudari Anas bin
An-Nadhr) telah menanggalakan (merontokkan) gigi seri seorang perempuan,
maka mereka mendatangi Nabi SAW. Lalu beliau menetapkan hukum dengan kitabullah dengan qishash. Anas
bin An-Nadhr berkata, "Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, ia
(Ar-Rabi') tidak akan membuat gigi serinya copot lagi setelah hari ini!"
Beliau berkata, "Wahai Anas, ketentuan kitab Allah adalah Qishash." Kemudian mereka pun rela dengan mengambil diyatnya. Dengan takjub Nabi SAW berkata, "Sesungguhnya
di antara hamba Allah terdapat sebagian orang yang apabila berdoa pasti
Allah akan mengabulkannya." Abu Daud berkata, "Aku mendengar Ahmad bin
Hanbal ditanya, 'Bagaimana cara mengqishash gigi?' Ia berkata, 'Dengan
didinginkan'." Shahih: Ibnu Majjah (2649). Muttafaq 'Alaih.