Rabu, 04 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab DIYAT 32. Qishash terhadap Gigi


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَسَرَتْ الرُّبَيِّعُ أُخْتُ أَنَسِ بْنِ النَّضْرِ ثَنِيَّةَ امْرَأَةٍ فَأَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَضَى بِكِتَابِ اللَّهِ الْقِصَاصَ فَقَالَ أَنَسُ بْنُ النَّضْرِ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَا تُكْسَرُ ثَنِيَّتُهَا الْيَوْمَ قَالَ يَا أَنَسُ كِتَابُ اللَّهِ الْقِصَاصُ فَرَضُوا بِأَرْشٍ أَخَذُوهُ فَعَجِبَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ مَنْ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ

قَالَ أَبُو دَاوُد سَمِعْتُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ قِيلَ لَهُ كَيْفَ يُقْتَصُّ مِنْ السِّنِّ قَالَ تُبْرَدُ

4595. Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Ar-Rabi' (saudari Anas bin An-Nadhr) telah menanggalakan (merontokkan) gigi seri seorang perempuan, maka mereka mendatangi Nabi SAW. Lalu beliau menetapkan hukum dengan kitabullah dengan qishash. Anas bin An-Nadhr berkata, "Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, ia (Ar-Rabi') tidak akan membuat gigi serinya copot lagi setelah hari ini!" Beliau berkata, "Wahai Anas, ketentuan kitab Allah adalah Qishash." Kemudian mereka pun rela dengan mengambil diyatnya. Dengan takjub Nabi SAW berkata, "Sesungguhnya di antara hamba Allah terdapat sebagian orang yang apabila berdoa pasti Allah akan mengabulkannya." Abu Daud berkata, "Aku mendengar Ahmad bin Hanbal ditanya, 'Bagaimana cara mengqishash gigi?' Ia berkata, 'Dengan didinginkan'." Shahih: Ibnu Majjah (2649). Muttafaq 'Alaih.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab DIYAT 31. Api yang Berkobar



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارُ جُبَارٌ

4594. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Api adalah sia-sia'. "

Shahih: Ibnu Majah (2676)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab DIYAT 30. Tanah Berpasir, Tambang dan Sumur adalah Sia-sia



أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَجْمَاءُ جُرْحُهَا جُبَارٌ وَالْمَعْدِنُ جُبَارٌ وَالْبِئْرُ جُبَارٌ وَفِي الرِّكَازِ الْخُمْسُ

قَالَ أَبُو دَاوُد الْعَجْمَاءُ الْمُنْفَلِتَةُ الَّتِي لَا يَكُونُ مَعَهَا أَحَدٌ وَتَكُونُ بِالنَّهَارِ لَا تَكُونُ بِاللَّيْلِ

4593. Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, '''Tanah berpasir lubangnya sia-sia, tambang adalah sia-sia dan sumurpun sia-sia, adapun harta yang terpendam harus dikeluarkan zakatnya seperlima. " Abu Daud berkata, "Al Ajma maksudnya adalah tanah yang gersang yang tidak dihuni oleh seorang pun pada siang hari dan bukan pada malam hari." Shahih: Ibnu Majah (2673)

29 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab DIYAT 28. Barangsiapa yang Dibunuh dengan Membabi Buta di Antara Kaum


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ فِي عِمِّيَّا أَوْ رِمِّيًّا يَكُونُ بَيْنَهُمْ بِحَجَرٍ أَوْ بِسَوْطٍ فَعَقْلُهُ عَقْلُ خَطَإٍ وَمَنْ قَتَلَ عَمْدًا فَقَوَدُ يَدَيْهِ فَمَنْ حَالَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

4591. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membunuh dalam keadaan membabi buta (kesalahan), ketika terjadi saling lempar-melempar batu di antara mereka, atau dengan cambuk atau karena pemukulan dengan tongkat, maka diyatnya adalah diyat pembunuhan yang salah (tidak sengaja). Barangsiapa yang membunuh secara sengaja, maka perkara itu adalah qishash. Dan, barangsiapa yang menghalang-halangi qishash tersebut maka baginya laknat Allah dan para malaikat-Nya serta seluruh manusia." Shahih: (4540) telah disebutkan sebelumnya

Shahih Sunan Abu Daud Kitab DIYAT 27. Kejahatan Seorang Hamba sahaya maka Perkaranya bagi Orang yang Miskin



عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ غُلَامًا لِأُنَاسٍ فُقَرَاءَ قَطَعَ أُذُنَ غُلَامٍ لِأُنَاسٍ أَغْنِيَاءَ فَأَتَى أَهْلُهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا أُنَاسٌ فُقَرَاءُ فَلَمْ يَجْعَلْ عَلَيْهِ شَيْئًا

4590. Dari Imran bin Hushain bahwa seorang hamba sahaya milik orang miskin memotong telinga hamba sahaya dari orang kaya dan kemudian keluarganya datang kepada Nabi SAW, mereka berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami adalah orang-orang miskin." lalu Nabi SAW tidak memberikan sangsi apa-apa. Shahih: An-Nasa'i  (4751)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab DIYAT 26. Diyat Pembunuhan yang Tidak Disengaja, Namun Mendekati Kesengajaan


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مُسَدَّدٌ خَطَبَ يَوْمَ الْفَتْحِ ثُمَّ اتَّفَقَا فَقَالَ أَلَا إِنَّ كُلَّ مَأْثُرَةٍ كَانَتْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ دَمٍ أَوْ مَالٍ تُذْكَرُ وَتُدْعَى تَحْتَ قَدَمَيَّ إِلَّا مَا كَانَ مِنْ سِقَايَةِ الْحَاجِّ وَسِدَانَةِ الْبَيْتِ ثُمَّ قَالَ أَلَا إِنَّ دِيَةَ الْخَطَإِ شِبْهِ الْعَمْدِ مَا كَانَ بِالسَّوْطِ وَالْعَصَا مِائَةٌ مِنْ الْإِبِلِ مِنْهَا أَرْبَعُونَ فِي بُطُونِهَا أَوْلَادُهَا

4588. Dari Abdullah bin 'Amr bahwa Rasulullah SAW berkhutbah pada hari penakiukkan kota Makkah, "Ketahuilah bahwa setiap peninggalan di zaman Jahiliah yang dihasilkan dan didapat —dari hasil pembunuhan atau pencurian— di bawah kedua telapak kakiku, kecuali apa-apa yang dihasilkan dari memberi minum para jemaah haji dan pengabdian pada Ka'bah." "Ketahuilah bahwa diyat pembunuhan yang tidak disengaja yang mirip dengan disengaja dan dilakukan dengan tongkat atau pecut adalah seratus unta dan empat puluh diantaranya yang sedang hamil." Hasan: Telah disebutkan sebelumnya (4547) secara sempurna.